KUPAS TUNTAS - MENULIS DIALOG DALAM NOVEL UNTUK AUTHOR WATTPAD DAN PENULIS PEMULA.



BisaNulis.OnlineMenulis Dialog di dalam novel mau pun Wattpad itu bagaikan memakan martabak manis. Kudapan populer di Indonesia yang satu ini, cukup mengeyangkan. Apalagi kalau dimakan sembari minum kopi atau teh.

Martabak pun, menjadi makanan yang membuat pemakannya mendapatkan koneksi satu sama lain, sehingga melahirkan obrolan seru, ringan dan meyenangkan. 

Martabak Teflon dan Seteko Minuman

Perlu diketahui, dialog merupakan unsur penting yang harus ada di dalam novel. Unsur-unsur itu meliputi tokoh dan penokohan, setting atau latar, alur dan plot juga sudut pandang yang sering disebut perspektif.

Menulis paragraf percakapan di dalam novel harus dibuat se-realistis mungkin. Dialog harus ditulis menggunakan kalimat langsung agar tidak terdengar bertele-tele sehingga tak terdengar seperti percakapan di dunia nyata pada umumnya.

ANALOGI MENULIS DIALOG YANG BENAR DALAM NOVEL & WATTPAD BAK MARTABAK MANIS DAN ASIN


Menulis dialog yang benar di dalam novel mau pun Wattpad tidak berbentuk seperti contoh dialog yang ada di dalam buku pelajaran Bahasa Indonesia. Banyak penulis pemula yang kebingungan dan khawatir ketika menyusun dialog yang bagus ke dalam karyanya. Seperti;

Hendro : Hai Riana, apa kabar? [sambil mengangkat tangan]
Riana    : [Menoleh] Hai! Aku baik-baik saja.

Hal ini yang membuat dialog menjadi momok menakutkan. Tak jarang, author Wattpad dan penulis pemula merasa insecure dengan dialognya sendiri. Sehingga, muncul lah pertanyaan-pertanyaan seperti ...

Bagaimana Cara Menulis Dialog yang benar di cerita Wattpad atau di dalam novel?


Menulis dialog berarti menangkap irama alami bahasa dan refleksi dinamika percakapan manusia. Dialog yang baik mengandung informasi, berasa, dan gurih. Bagaikan martabak, gurih, manis dan legit.

Sajian dialog di dalam cerita tidak boleh berlebihan, harus sesuai porsi. Sama seperti memakan martabak, sepotong demi sepotong. Dialog di dalam novel pun harus begitu; sepotong demi sepotong agar cerita dapat dinikmati.

Ketika menulis dialog, memerlukan konsistensi penulis agar pembaca bisa membangkitkan imajinasi sehingga dialog mendapatkan visualisasi.

Bagaimana Membuat Dialog Terasa Nyata Sehingga Terkesan Lebih Hidup?


Membuat dialog agar lebih ngefeel, enggak harus memberikan banyak garam, gula atau micin. Hanya memerlukan penjelasan interaksi dan reaksi tokoh saat sedang berbicara. Penjelasan itu disebut dialog tag. Dialog tag memaparkan aksi, nada bicara, emosi dan volume saat dialog sedang beperan di dalam novel.
 

Oleh sebab itu, jika ingin membuat dialog lebih terasa. Pertahankan gaya serta suara dari masing-masing tokoh ketika memainkan peran di paragraf percakapan. Selain itu, perkecil porsi dialog karena dialog yang berlebihan akan membuat cerita seperti naskah drama. 

Agar dialog yang hendak dibuat lebih mendapatkan rasa. Cobalah berperan seolah-olah menjadi tokoh yang sedang berbicara. 

Gunakan alat perekam suara yang ada di ponselmu atau G-Board yang dapat mengubah suara menjadi tulisan dengan fitur 'Speech to text'.

Bagaikan sedang mengisi suara dalam peran sandiwara, gitu. Cobain aja dulu, semua memang dimulai dari ketidak-bisaan. 

Seperti yang telah dijelaskan tentang Manfaat Dikte bagi Penulis Milenial di dalam artikel berikut ini :


Jangankan tokohnya, pembaca juga bosan mendengar orang lain yang terlalu banyak bicara.

A. Definisi Dialog

Mengutip ucapan seorang penulis skenario asal Amerika Serikat bernama John Truby di dalam bukunya yang terbit 30 Oktober 2007, berjudul ‘The Anatomy of Story : 22 Steps to Becoming a Master Storyteller’.

Dialog merupakan, ‘Bahasa yang selektif dan terdengar nyata.’ 

Definisi Dialog
Sosok Jhon Truby dan Karya Tulisnya - 22 Steps to Becoming a Master Storyteller

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, teknik sastra yang disebut dialog berarti percakapan dalam cerita atau karya tulis yang disajikan dalam bentuk percakapan antara dua tokoh atau lebih.

Di dalam literatur, dialog adalah percakapan antar tokoh atau pertukaran lisan mau pun tulisan yang mengarah ke subjek tertentu. Penggunaan dialog sudah digunakan dalam sastra klasik terutama dalam karya tulis pada era Plato di Yunani.

Beberapa filsuf menggunakan teknik sastra satu ini untuk tujuan retoris dan argumentatif karena membuat karya sastra lebih menyenangkan dan hidup.

B. Tipe Percakapan

Ada tiga tipe percakapan di dalam novel yang sering digunakan di dunia literasi. Ketiga tipe berikut ini yang paling banyak atau sering digunakan oleh novelis best-seller di dunia.

Tiga tipe tersebut, yakni; Dialog, Monolog dan Batin.

Sama seperti sebutan martabak, ada yang bilang Kue Terang Bulan, ada yang bilang Martabak dan ada juga yang bilang Kue Bangka. Walau namanya berbeda, tetap aja sih martabak itu enak, manis dan legit.

Tapi, ada juga yang gurih, asin, pedas dan krenyes~

Kreasi Martabak Telur

Antara batin dengan monolog, memiliki bentuk yang mirip hanya saja fungsinya berbeda. Di dalam KBBI, monolog merupakan percakapan dengan sendiri. Perbedaan keduanya; monolog mengucapkan kata sedangkan batin tidak terucap di mulut si tokoh.

Contoh Percakapan Batin

Matahari terik menyengat siang ini. Panas banget! Seperti di Neraka. Dia mengeluh.

Kalimat yang digarisbawahi menjadi percakapan batin harus dimiringkan.

Contoh Percakapan Monolog

Siang-siang begini, emang paling enak kalau minum yang segar-segar. Tapi apa, ya? Mungkin sebotol minuman isotonik di kedai retail, biar bisa sambil berteduh di dalamnya yang ber-AC. Eh tapi es serut aja, deh. Lagi pengen. Gak cukup sih uangku.

Percakapan dengan diri sendiri diucapkan karakter untuk dirinya sendiri.

C. Struktur Dialog

David Chitty dalam artikelnya yang berjudul ‘Cara Menyusun Dialog’ memaparkan informasi bahwa menulis dialog di dalam novel memiliki struktur.

Struktur dialog yang digunakan di dalam novel tidak seperti contoh dialog yang ada di dalam buku pelajaran Sastra Bahasa Indonesia.

Jika di dalam buku pelajaran, nama pengucap disebutkan di awal kemudian diberi titik dua. Di dalam novel, dialog menggunakan struktur yang dibuka menggunakan tanda petik yang boleh dilengkapi dengan dialog tag sebagai penjelas atau jangan menggunakan dialog tag agar dapat mendeskripsikan tindakan tokoh yang berbicara.

Penggunaan Line Breaks atau paragraf pengalihan boleh digunakan sebagai bentuk transisi antara dialog dengan paragraf baru.

Contoh Penggunaan Line Breaks

“Aku tak menyangka, kau akan setega ini, Hen!” bentak Riana. Dia mengambil jaket dari gantungan berbentuk kepala rusa, mengenakannya dan lekas meninggalkan ruangan itu. Berjalan kaki menyusuri gang Martubung sambil menutupi wajah sedihnya dengan senyuman tegar palsu dari usikan hembusan angin malam kota Medan tanpa bintang-bintang. Hanya lampu jalanan dan awan mendung.

Saat menulis dialog, sebagai seorang penulis penting memilah porsi percakapan dan menyajikan informasi yang harus menggerakkan alurnya perlahan-lahan, menjatuhkan detail kecil, juga membangkitkan suasana.

Dari contoh Line Breaks yang digunakan di atas, pembaca akan mendapatkan informasi, seperti;

  • Riana merasakan kekecewaan tapi dia bukan wanita lemah. Dia berusaha tetap tegar dengan menutupi wajah sedihya menggunakan senyuman palsu.
  • Latar tempat di kota Medan yang menampilkan malam tanpa bintang-bintang dan awan mendung berangin.

Ketika mempertimbangkan menulis dialog. Cobalah memahami fungsi dari penggunaan dialog di dalam cerita.

D. Aturan Menulis Dialog

Ada aturan menulis dialog yang telah ditulis sangat jelas dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia [PUEBI]. Aturan-aturan tertulis tersebut meliputi; tanda baca, titik, koma, elipsis, kata sapaan dan sambugan kata. 

Menulis Dialog Dalam Novel Wattpad
C - ProWritingAid


1. Titik dan Koma

Contoh Penggunaan Titik dalam Dialog.

“Aku tidak terlalu ingat tentang kejadian malam itu."

“Aku tidak terlalu ingat tentang kejadian malam itu.” Kepalanya menggeleng mencoba meyakinkan Hendro.

Ketika menggunakan tanda titik di dalam dialog. Kata yang digunakan setelah dialog harus menggunakan huruf kapital.

Contoh Penggunaan Koma dalam Dialog.

“Aku tidak terlalu ingat tentang kejadian malam itu,” jelas Hendro.

Ketika menggunakan tanda koma di dalam dialog. Kata yang digunakan sebagai dialog tag harus tidak menggunakan huruf kapital.

2. Tanda Tanya dan Tanda Seru.

Mudah menulis dialog menggunakan tanda tanya atau tanda seru. Strukturnya mirip dengan kedua contoh di atas. Hanya saja, harus sesuai dengan formatnya. Tanda tanya untuk bertanya dan tanda seru untuk memerintahkan atau menegaskan.

Penggunaan huruf di kata yang digunakan setelah dialog, juga sama seperti tanda titik dan koma. Gunakan kapital jika tidak menggunakan dialog tag.

3. Elipsis

Penggunan elipsis atau titik tiga di dalam dialog juga disesuaikan dengan kata yang digunakan setelah dialog.

Contoh Penggunaan Elipsis di Dalam Dialog Tanpa Dialog Tag

“Aku tidak terlalu ingat ... .”

“Aku tidak terlalu ingat ... .” Hendro menyipitkan mata.

Contoh Penggunaan Elipsis di Dalam Dialog Dengan Dialog Tag

“Aku tidak terlalu ingat ... “ gumam Hendro

“Aku tidak terlalu ingat ... ,” gumam Hendro.

4. Kata Sapaan

Semua sapaan yang digunakan di dalam dialog harus menggunakan huruf kapital!

Misalnya;

“Aku tidak terlalu ingat, Pak.”

“Aku tidak terlalu ingat, Rin.”

E. Gaya Dialog

Seperti yang telah dijelaskan di atas, bahwa penting mempertahankan gaya dialog agar dapat membangkitkan rasa dan membuatnya lebih berkesan. Di bawah ini, ada tiga peringatan agar dialog dapat bertahan sesuai gaya-nya.

1. Jika Informasi sudah dijelaskan dalam Narasi. Jangan ucapkan informasi itu lagi di dalam dialog. Pengulangan informasi akan membuat pembaca cepat mengetahui hal-hal yang ada di dalam alurnya, lebih boros kata dan tentunya sangat berpengaruh dari segi bentuk.

2. Gunakan ragam dialog tag yang  variatif, tidak berlebihan dan berkarakter.

3. Utamakan dialog berperan sebagaimana fungsi dialog itu sendiri.

F. Fungsi Dialog

Ada empat fungsi dialog yang umum digunakan dalam novel dan dunia literasi. Fungsi dialog juga berlaku di karya-karya Wattpad mau pun platform menulis lainnya. Jadi, perhatikan baik-baik.

  1. - Dialog mengalirkan alur
  2. - Dialog mengungkapkan karakteristik tokoh
  3. - Dialog menunjang ketegangan dan konflik
  4. - Dialog memberikan informasi penting.

DIALOG MENGALIRKAN ALUR

Dialog sering digunakan sebagai transisi antara narasi dan eksposisi. Sebagaimana fungsi narasi dan eksposisi, dialog berperan menguatkan paragraf tersebut.

Ada beberapa poin penting yang dapat digunakan sebagai acuan agar mengetahui fungsi dialog berjalan dengan baik atau tidak.

a). Dialog harus memberikan informasi ke karakter. Jika karakter mendapatkan informasi baru, akan membuatnya ingin tahu atau menusuk lebih dalam tentang kebenaran informasi yang didapatkannya itu.

Namun, jangan terlalu jelas menyoroti informasi, biarkan saja karakternya yang mengatahui informasi sedangkan pembaca cukup memahaminya saja.

b). Dialog harus mengubah situasi. Ketika karakter mendapatkan informasi yang menuntutnya menentukan pilihan. Secara tidak langsung juga akan mengubah situasi yang ada. Bisa jadi, situasi psikis si karater atau setting/latarnya.

Cara memanfaatkan perubahan situasi bisa dengan menjatuhkan informasi yang akan membimbing pembaca.

c). Dialog harus memaparkan keinginan dan ambisi. Setelah karakter mendapatkan informasi yang mengubah situasi, hal itu akan menentukan pilihan. Sehingga, dialog akan ...
  • - Dialog menampilkan watak si karakter
  • - Dialog menguatkan penjelasan

DIALOG MENGUNGKAPKAN KARAKTERISTIK TOKOH

Tentu saja, di kehidupan nyata. Orang-orang berbicara sesuai karakteristiknya. Ada yang mengguakan logat, intonasi, dan partikel kata yang menjadi ciri khas dari masing-masing pengucap sehingga mudah diingat.

Misalnya, seseorang yang dibesarkan di kawasan rakyat miskin memiliki nada dan gaya bicara berbeda dengan orang-orang yang hidup di kawasan elit. Logat dan dialek juga membantu dialog mengungkapkan karakteristik. Sehingga pembaca tahu dan tidak aneh menanggapi ucapan si tokoh.

Penggunaan dialek atau aksen sangat bagus digunakan untuk memperkaya warna dialog. Cobalah meriset agar tulisan lebih bervariatif.

Selain menjelaskan asalnya, dialog juga mengungkapkan karakteristik. Misalnya, tokoh yang sering berbicara tegas dan lantang memiliki karakteristik pemberani, sedangkan yang memiliki intelektualitas akan senang berbicara menggunakan kosakata tertentu.

Adab berbicara juga memengaruhi karakteristik, etika berbicara membantu pembaca menilai karakter dalam segi merespon lawan bicaranya. Misalnya, saat si karakter berbicara dengan orang yang lebih tua darinya atau yang memiliki derajat lebih tinggi darinya.

DIALOG MENUNJANG KETEGANGAN DAN KONFLIK

Percakapan yang mengadung konflik akan berpengaruh pada pergerakan alur. Karakter yang bersitegang atau memiliki pilihan yang berbeda satu sama lain akan memunculkan perdebatan sehingga karakteristik lebih menonjol.

Kadang-kadang, pertukaran informasi antar karakter sangat dibutuhkan bagi kepentingan alur, situasi dan pembaca.

DIALOG MEMAPARKAN INFORMASI

Percakapan antar karakter membuat pembaca mampu menilai, memahami dan tahu tentang hal-hal yang ada di dalam cerita. Hal ini umum digunakan di dalam dialog dan dinilai lebih ampuh daripada menulisnya di paragraf lain.

Biasanya, sajian percakapan akan mengandung eksposisi tapi jangan menampilkan informasi dengan jelas ke pembaca.

ANALOGINYA ...

Dialog seharusnya memiliki porsi yang lebih kecil ketika dihidangkan dalam satu halaman. Jika sajiannya terlalu banyak, lebih baik menulis naskah drama saja, jangan novel.

Dialog yang baik bagaikan potongan martabak, harus dinikmati sepotong demi sepotong sehingga yang menikmati atau yang disuguhkan dapat mendalami rasa gurihnya, aroma dan legitnya dialog perlahan-lahan tanpa terburu-buru. Sebab, apa pun yang berlebihan itu enggak baik, mubazir, serakah, tamak dan tidak elok.

Dialog merupakan cara ampuh membeberkan informasi melalui gigitan-gigitan keci. Seperti kombinasi antara manisnya coklat ditemani potongan kecil kacang tanah yang dipadukan dengan parutan keju dan lelehan krimer kental manis yang dibalut olesan margarin dan mentaga. 


Disusun dan disunting oleh : Jofyan Derirendra.
Dipublikasikan : Rayan Abdi Nugraha

Posting Komentar

3 Komentar

  1. Materinya bermanfaat banget! Saya jadi nambah ilmu lagi, nih! Jadi makin paham sama dialog yang kadang membingungkan penggunaannya. Terimakasih banyak, Kak.

    Saya tunggu materi-materi selanjutnya, Kak. Serius, saya sangat menantikannya. Apalagi penjelasan yang di paparkan enggak ribet, mudah dicerna. Mantul, deh, pokoknya!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai, kak. Terima kasih, senang dapat berbagi dan saya menjadi lebih senang karena kakak dapat menikmatinya. :)

      Hapus
  2. Mantapp jiwa... tulisannya keren abis.. ilmunya daging semua

    Thanks ya

    BalasHapus

Komentar itu, juga bagian dari menulis, loh. Jadi, bagaimana pendapatmu? Apakah artikel ini memberikan umpan balik padamu? Tuliskan saja, komentarmu merupakan semangat bagi kami berkarya menghasilkan tulisan-tulisan baru.